Pesisir Barat

Koran OostPost, 11 Oktober 1860 Tentang KRUI

Koran OostPost, 11 Oktober 1860
Dalam salah satu Beritanya, koran tersebut merilis kunjungan kerja Asisten Residen Bengkulen, J Walland ke Krui.
31 Juli 1860, Rombongan Asisten Residen Bengkulen, J.Walland, berangkat dari bengkulen dan transit awalnya adalah di Pulau Pisang. (Menggunakan Kapal Uap (Stoomship_”Ambon”)
J Walland melaporkan, Kondisi dusun dusun di Pulau Pisang, cukup baik, dan beberapa bangunan disana banyak yang sudah diperbarui. Komoditas Kelapa dan produksi minyak kelapa tampak meningkat di Pulau Pisang.
Sementara, kota Utamanya, Krui, dalam dua tahun terakhir ini mengalami peningkatan pembangunan yang cukup baik, rumah rumah penduduk tampak kokoh dan kondisi pasar krui yang bersih. Sementara kompleks pemakamam Eropah dan china sudah dikelilingi pagar. Perbaikan administrasi Dusun dan distrik sudah mulai rapi seiring juga pengaturan populasi masyarakat yang mendiaminnya. Lahan sawah yang cukup luas dengan cukup pengairannya.
Pada tanggal 22 Agustus 1860, J. Walland melanjutkan perjalanan inspeksinya ke daerah pedalaman Krui. Wilayah Liwa cukup makmur, sawah tertata rapi dan cukup pengairannya, sementara produksi Kopi juga cukup baik. Produksi tenun kain sutra cukup baik, berharga F 2,50 s/d F 3.0.
Tanggal 26 Agustus 1860, J Walland melanjutkan perjalanannya dari Liwa ke Dusun Lombok dekat danau Ranau. Dusun Lombok dulu merupakan penjaga perbatasan masyarakat olok pandan dan penggawa lima melawan perampok asal mekakau. Didusun Lombok, sawah sawah disusun secara amfiteater atau terasiring, dan cukup baik pengairannya. J walland juga mengunjungi “Aer Hangat Djoelang Dan Pangoeroeng Ikan”, disisi timur danau Ranau, tepat dibawah kaki Gunug Seminung. Air disana cukup panas, hingga J Walland, bisa menggoreng ikan cukup dalam waktu 8 menit, dan matang cukup baik.
Kentang cukup baik hasilnya di Liwa dan sekitarnya. Dan tembakau kualitas baik adalah tembakau asal Ranau. Dan juga tumbuh dan dibudidayakan kayu kualitas bagus, yakni Kayu Soeriam.
Tanggal 30 Agustus 1860, J.Walland, kembali ke Kota Utama Krui, dan mengunjungi daerah distrik di selatan. Komoditas Lada, cukup baik diwilayah tersebut. Sawah sawah cukup rapi dan efisien dengan pengairan yang cukup baik.
Dan awal September 1860, J. Walland melanjutkan perjalanannya ke Kaur lewat darat, dan Jalan darat yang menghubungkan Krui – Kaur, sudah cukup baik, hingga mencapai Batoe Menoela. Dan ini adalah jejak pertama, Asisten Residen bengkulen melewati jalan utama Krui -Kaur yang selesai Pebruari 1860.
Dalam inspeksi ini, J.Walland selalu didampingi Controleur Kroe/Krui, Ecoma versteg.
Spread the love

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!